jasa membuat blog

Today's Headline

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cara Kerja Pembuat dan Penyebaran Hoax di Media Sosial

Posted by On January 19, 2017

HOAX atau berita bohong menjadi hot issue di Indonesia. Pemerintah sudah memblokir ribuan situs yang dianggap penyebar hoax.

Hoax muncul akibat ketidakjelasan sebuah informasi, terutama menyangkut kebijakan pemerintah. Isu hoax mengemuka sejak munculnya informasi serbuan 10 juta tenaga asing asal China ke Indonesia.

Perang opini di media sosial juga menyuburkan hoax. Diyakini ada pasukan siber bayaran yang bertugas membuat dan menyebarkan hoax guna menggiring atau membentuk opini publik.

Bagaimana cara kerja pembuat dan penyebaran hoax? Infografis yang beredar di media sosial berikut ini menjelaskannya:

Cara Kerja Pembuat dan Penyebaran Hoax di Media Sosial

Tips Hemat Kuota Data Internet Saat Tonton Video di HP

Posted by On January 18, 2017

Tips Hemat Kuota Data Internet Saat Tonton Video di HP
Tips Hemat Kuota Data Internet Saat Tonton Video di HP, SmartPhone, Android

PEMUTARAN video mengonsumsi data internet paling besar dibandingkan konten lain seperti teks dan foto.

Apalagi jika setting layanan media sosial, semacam Facebook, Instagram, dan Twitter, memutar video secara otomatis (autoplay).

Guna menghemat kuota internet Anda, penyetelan menjadi tidak otomatis diputar (off) wajib dilakukan. 

Facebook, Instagram, dan Twitter punya pengaturan berbeda-beda untuk menyetop autoplay.

Video Facebook
Untuk pengguna iPhone, cara menyetop autoplay cukup dengan menekan ikon menu burger (tiga garis menumpuk) pada sisi kanan bawah antarmuka aplikasi Facebook.

Pilih "Settings" lalu "Account Settings". Gulir layar ke bawah hingga Anda menemukan pilihan "Videos and Photos". Temukan opsi "Autoplay" dan klik "Never Autoplay Videos".

Opera Max – Data ManagerAnda juga bisa gunakan Opera Max – Data manager untuk menghemat kuota saat menonton video:
  1. Download Aplikasi Opera Max – Data manager di Play Store 
  2. Install dan jalankan aplikasi Opera Max – Data manager
  3. Saat Anda masuk ke halaman awal aplikasi Opera Max – Data manager, maka fitur hemat paket data akan aktif secara otomatis
Dengan aplikasi Opera Max, maka kuota paket data akan lebih hemat hingga 50 persen dibandingkan streaming melalui aplikasi Youtube atau browser biasa.*

Bupati dan Warga Pangandaran Usir Massa GMBI

Posted by On January 18, 2017

Bupati dan Warga Pangandaran Usir Massa GMBI
Bupati Pangandaran Jawa Barat, Jeje Wiradinata, mengusir massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang sedang berdemonstrasi di depan gedung DPRD Pangandaran.

Video pengusiran masa GMBI oleh Bupati Jeje beredar di media sosial Youtube sejak akhir pekan lalu.

Dalam video tersebut, tampak Jeje Wiradinata didampingi aparat kepolisian dan Satpol PP mendatangi anggota LSM yang sedang berorasi. Jeje Wiradinata lantas merampas mic yang dipegang anggota GMBI, lalu mendorongnya.

Jeje Wiradinata kemudian bertanya kepada anggota GMBI tersebut. Ternyata pria yang mengenakan seragam LSM GMBI itu bukan warga Pangandaran Jawa Barat. Karena itulah, Jeje Wiradinata mengusirnya. “Kamu pulang, pulang, pulang,” ucap Jeje Wiradinata.

Jeje Wiradinata lantas memanggil penanggung jawab demo dari GMBI yang berada di sekitar gedung DPRD Pangandaran. Namun tak ada yang berani maju dan menghampiri sang bupati.

“Penanggung jawab GMBI mana, maju ke sini. Penangung jawab GMBI maju ke sini atau saya bubarkan semuanya,” tegas Jeje Wiradinata.

Sekitar dua menit menunggu, tak satu pun dari LSM GMBI yang berani maju. Akhirnya Jeje Wiradinata masuk ke dalam kantor.

Dari penelusuran pojoksatu.id, insiden itu terjadi pada 11 Agustus 2016 lalu. Saat itu, massa GMBI sedang berdemonstrasi di depan gedung DPRD. Pada saat bersamaan, muncul pula massa yang mengatasnamakan Bela Pangandaran untuk membubarkan massa LSM GMBI.

Massa GMBI dan Bela Pangandaran sempat ricuh. Mereka baku hantam hingga anggota LSM GMBI dikepung warga. Mereka terpaksa masuk ke dalam gedung DPRD untuk menyelamatkan diri dari amukan massa Bela Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menjelaskan, kejadian bermula saat massa LSM GMBI berorasi di depan gedung DPRD sejak Kamis pagi. 

Di kantor Bupati Pangandaran yang lokasinya berseberangan dengan gedung DPRD, terdapat sejumlah warga Pangandaran yang akan bertemu dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Massa Bela Pangandaran, lanjut Jeje, kemudian meminta ratusan massa GMBI membubarkan diri karena disinyalir pendemo berasal dari luar Pangandaran. Hal itu memicu kemarahan anggota LSM itu hingga berujung adu mulut dan saling menyerang.

“Bentrok ini tak akan terjadi kalau GMBI tidak memaksakan kehendak. Mereka sudah diberi jadwal demo besok Jumat. Hari ini ada pertemuan warga dari Bela Pangandaran dengan saya di Setda. Di dewan sedang paripurna. Ya, terjadilah bentrok,” ujar Jeje kepada wartawan.

Dikatakan Jeje, dia menyuruh pendemo dari luar Pangandaran untuk segera pulang ke daerah asalnya supaya tidak terjadi benturan antar massa. Jeje pun berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawal pendemo agar dipulangkan ke daerah asalnya.

“Saya dari awal sudah bilang kalau mau demo jangan bawa-bawa orang bukan warga Pagandaran. Ini memicu warga Pangadaran. Soalnya rumahnya ibarat diinjak-injak orang lain. Warga pasti marah. Kalau yang demo asli warga Pangandaran sampai jungkir balik pun tak akan ada yang melarang,” tegas Jeje dikutip Pojok Satu.

VIDEO BUPATI PANGANDARAN USIR MASSA GMBI



Pemerintah Panik, Pembuat Hoax Terbaik Justru Penguasa

Posted by On January 18, 2017

Hoax Bikin Pemerintah Panik, Pembuat Hoax Terbaik Justru Penguasa
PEMERINTAH dinilai panik akibat menggejalanya informasi palsu atau berita bohong (hoax). Namun, justru sebenarnya penguasalah yang merupakan pembuat hoax terbaik.

Demikian dikemukakan dosen di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI), Rocky Gerung, dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) bertema Hoax di TVOne, Selasa (17/1/2017).

"Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya,” katanya.

Menurut Rocky, rezim saat ini semacam ingin mengendalikan kebenaran sesuai dengan standarnya. Dia pun mencurigai ada kebohongan yang disembunyikan dalam upaya keras pemerintah melawan hoax. 

“Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky.

Ia menilai, pembuat berita bohong terbaik adalah pemerintah yang sedang berkuasa. "Pembuat hoax terbaik adalah penguasa," katanya. 

Alasannya, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen, kata dia, pemerintah punya, begitupun data statistik dan media. "Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna,” kata Rocky dikutip Republika Online.

Pernyataan Rocky secara lebih lengkap beredar di media sosial, termasuk Facebook dan Youtube. Berikut ini transkrip atau kutipan penrnyataan selengkapnya yang menjadi viral di media sosial Facebook.

1. Rezim ini sedang panik

“Kita mencium ada semacam kepanikan di dalam rezim ini. Orang panik biasanya ingin cari pegangan apa saja. Kayak orang hanyut, dia mau raih apa saja. Entah itu kaleng bekas hanyut, batang pohon. Jadi kepanikan menunjukkan ada krisis, sebenarnya.”

2. Presiden menyebar hoax

“Sore tadi saya baca, Pak Jokowi bilang, ‘Jangan membaca Jokowi Undercover karena buku itu tidak ilmiah’. Saya anggap itu hoax,” kata Rocky disambut tawa sebagian peserta ILC.

“Karena yang ngomong itu adalah presiden, memberi penilaian pada buku tidak ilmiah. Tentu kita bisa bikin secaman simulasi dari mana Pak Jokowi tahu. O, pasti kalau ada wartawan tanya dia akan bilang, ‘kata Pak Tito. Kapolri’ Lho, Pak Tito rektor UI atau rektor ITB itu?,” kembali peserta ILC tertawa.

“Jadi Anda lihat bahwa, bahkan presiden menyebar hoax itu. Dari sudut pandang definisi lho,” tegas Rocky disambut tepuk tangan.

Menurutnya, yang berhak menentukan suatu buku ilmiah atau tidak adalah kampus. Sementara buku tersebut justru dilarang dibahas di kampus untuk mengetahui ilmiah atau tidaknya.

3. Rezim yang mengendalikan kebenaran artinya ada kebohongan yang disembunyikan

“Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, artinya ada kebohongan yang hendak disembunyikan,” kata Rocky setelah membahas Presiden menyebar hoax.

4. Pembuat hoax terbaik adalah penguasa

“Pembuat hoax terbaik adalah penguasa. Karena mereka memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen dia punya, data statistik dia punya, media dia punya. Orang marah. Tapi itu faktanya. Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna. Saya tidak ingin dia berbohong tapi potentially dia bisa lakukan itu,” kembali tepuk tangan meriah mengiringi pernyataan Rocky.

5. Contoh Hoax Ahok

“Saya kasih contoh cepat-cepat bagaimana statistik berbohong. Kemarin di dalam debat Pilgub DKI, Pak Ahok bilang begini, saya baca tadi di media, ‘Jakarta human development index-nya tertinggi se-Indonesia. 2 tahun berturut-turut.’ Oleh karena itu dia dapat award empat kali. Sebagai fakta benar, tetapi sebagai pesan politik, itu adalah hoax. Karena nggak ada gunanya menyebut itu karena sejak 10 tahun lalu, 15 tahun lalu, Jakarta selalu di atas memang. Karena ibukota. Dengan APBN (APBD, red) 27 triliun,” kata Rocky juga disambut tepuk tangan.

Baca Juga: Situs Diduga Penyebar Hoax Harus Diuji Publik Sebelum Diblokir

Komnas HAM: Situs Dituduh Hoax Harus Diuji Publik Sebelum Diblokir

Posted by On January 17, 2017

Komnas HAM: Situs Dituduh Hoax Harus Diuji Publik Sebelum Diblokir
Pemerintah diminta tidak sewenang-wenang memblokir sebuah situs Islam yang dianggap penyebar hoax. Sebelum diblokir, situs perlu diuji publik dulu di masyarakat. 

Anggota Komnas HAM, Natalius Pigai, mengkritik sikap pemerintah yang memblokir secara pihak 11 situs Islam yang dituduh menyebarkan berita hoax.

Natalius mempertanyakan kewenangan pemerintah yang langsung memblokir ke 11 situs tersebut dan 300-an situs lain yang dituduh SARA dan menyebar kebencian, padahal belum dilakukan uji publik.

"Karena situs yang dituduh SARA atau menyebarkan berita hoax itu perlu diuji publik dulu di masyarakat sebelum diblokir. Maka pemerintah tdak bisa semena-mena langsung memblokir," ujarnya dalam acara diskusi di ILC TV One, Selasa (17/1/2017), dikutip Republika Online.

Ditambahkannya, dalam sistem hukum (criminal justice system) keputusan bersalah itu ada di pengadilan dan pemeritah tidak bisa sepihak bertindak. Apalagi bila melihat pendapat PBB soal penggunaan internet sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM).

Komnas HAM bahkan menyangsikan UU ITE karena ada hak kebebasan pers dan menyampaikan pendapat yang dijamin undang-undang. 

"Kebebasan itu harus dilestarikan, maka sangat pas bila Komnas HAM masih menyanksikan UU (Undang Undang) ITE, karena bertentangan dengan UU kebebasan pers dan kebebasan menyampaikan pendapat," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah secara sepihak memblokir 11 situs Islam yang dinilai penyebar hoax, meski belakangan lima situs dibuka kembali.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sejauh ini telah memblokir setidaknya 7.770 situs.*